Bye Google: Kini Kamu Telah Menjadi Yang Kedua di Hati Mereka

By | 08:30 Leave a Comment
Google yang telah membuat aplikasi open source Android, dan Google pulalah yang akan bernyanyi "jadikan aku yang kedua..." yang menaungi beragam aplikasi Android melalui Google Playsore termasuk di dalamnya beragam aplikasi E-Commerce ada di bawah naungan Android market "walaupun kau takkan pernah kumiliki selamanya." (song: Astrid - Jadikan Aku Yang Kedua)

kantor google indonesia
Beragam aplikasi dari E-commerce atau Market Place besar di Indonesia telah mendominasi dan merubah cara orang dalam mencari produk yang dibutuhkan. Mereka kini tidak lagi pergi ke google terlebih dahulu, melainkan pengguna mencari di aplikasi e-commerce, kalau tidak ketemu barulah cari di Google.

Tulisan ini memang tanpa data yang pasti, hanya insting dan pengalaman yang dialami dan dirasakan saya pribadi, dimana saya mulai meniggalkan Google untuk mencari produk yang ingin saya beli. mesin pencari Google tetap saya gunakan sebagai kamus, mencari alamat, mencari artikel, mencari judul lagu, dan sebagainya.

Platform-platform e-commerce saat ini tetap berinvestasi dengan beriklan pada mesin pencari Google, namun tujuannya hanya untuk akuisisi pelanggan baru, atau mencari pengguna baru untuk aplikasi mereka. Karena memang tidak mungkin mereka membakar uang terus menerus dan melupakan tujuan utama dari sales Funnel (dikenal, dicari, dibeli, dibeli lagi, direkomendasikan ke orang lain).

Sebagai seorang digital marketer seperti saya ini, yang sudah mulai tidak muda lagi #hiks, tetap dipaksa harus kembali meng-oprek, dan terus belajar hal-hal baru terutama segala sesuatu yang diarakan ke Apps dan Mobile Site.

Sebut saja ia AMP (Accelerated Mobile Pages) dimana pada saat ini google ingin memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan kepada pengguna smartphone agar website yang diakses dapat dibuka lebih cepat dan dinamis, walau diakses dari tampilan mobile.

Ada pula Deep Linking, dimana pengguna mesin pencari atau dari digital channel marketing lainnya, yang tadinya dibawa kepada halaman website versi dekstop atau versi mobile. kini pengguna dapat dibawa langsung ke applikasi, atau mereka dipaksa harus download terlebih dahulu aplikasi tersebut, jika ingin mengakses konten yang mereka cari sebelumnya melalui mesin pencari.

Google memang sudah mengeluarkan google shopping untuk para pengiklan di Indonesia, namun memang belum terlihat dampaknya kepada kaum milenials yang lebih sering mencari kebutuhan di aplikasi e-commerce pilihan hatinya.

So, perkembangan dunia digital melaju super cepat, mau terus belajar dan memperbarui ilmu, atau pensiun saja biarkan dunia digital menjadi masa lalu, dan kembali ke desa/kampung atau berdagang di kota. #ihik.
Older Post Home

0 comments: